5 Keunggulan Blog Dibanding Social Media untuk Personal Branding

March 20, 2010 strategy, tactic

social-media-v-blogSetiap saya berkenalan dengan orang dan terkesan dengannya, saya selalu minta Facebook-nya. Saya spekulasi saja. Tapi, ternyata memang kebanyakan dari mereka memiliki akun social media besutan Mark Zuckerberg ini. Cuma ketika saya menanyakan apa Anda punya blog, sebagian besar dari mereka menggeleng.

Yah, siapa menyangkal, merawat social media memang lebih mudah dari merawat blog atau website. Meskipun sama-sama efektif untuk membangun personal brand. Bahkan untuk tujuan itu, mungkin Anda berpikir lebih baik menggunakan Facebook: gratis, ramai!

Tapi Anda pasti setuju, Facebook bukanlah tren abadi. Lihat aja Friendster yang dulu begitu gagah. Sekarang, saya bingung, mau diapakan Friendster saya? Sudah sedikit yang login ke Friendster, sehingga mau menulis sesuatu pun jadi berpikir, siapa yang baca nanti? Perkembangan software-nya pun rasanya mentok. Sedikit pengembang yang mau fokus ke Friendster.

Nah, suatu hari nanti, Facebook saya rasa akan bernasib seperti Friendster. Dan kalau itu sampai terjadi, mau Anda apakan foto-foto, note-note, atau status-status Anda? Semuanya bakal tenggelam. Sekarang saja, coba search status Facebook atau notes terdahulu Anda. Setengah mati!

Blog beda. Sampai kapan pun apa yang Anda tulis dan upload tidak akan hilang. Dan bisa di-search dengan mudah. Jadi, pilihlah investasi secara bijak. Setidaknya, inilah keunggulan melakukan personal branding dengan blog dibanding dengan social media:

  1. Blog adalah milik Anda sendiri. Sekalipun blog gratisan, Anda memiliki kontrol penuh. Banyak juga di antara servis gratisan itu yang bertahan lama. Web-web Geocities, contohnya, sampai sekarang pun masih eksis, padahal Geocitiesnya sudah tiarap.
  2. Blog bersifat terbuka, bisa diakses siapapun tanpa perlu jadi member dan login. Tentu saja kecuali bila disetting lain.
  3. Blog terindeks oleh search engine, jadi peluang tulisan-tulisan atau foto-foto Anda mendunia jauh lebih besar daripada sekadar mengandalkan personal branding via Facebook.
  4. Blog dapat menciptakan produk turunan seperti email. Misalnya blog Anda adalah SayaPunya.net, email Anda info@sayapunya.net. Apakah Twitter Anda bisa begitu?
  5. Blog bisa dipajang dengan bangga di kartu nama. Sebenarnya, akun di social media juga bisa ditaruh di kartu nama, tapi kepanjangan. Lagipula kalau saya tidak punya akun Plurk, apakah saya bisa mengakses alamat Plurk yang Anda pajang di kartu nama itu?

Sungguh pun tren penggunaan software blog (blog engine) menurun, domainnya tetap Anda pegang. Jadi sewaktu-waktu ia bisa ditransformasikan, dari format blog ke format lain. Software-nya berubah, tapi alamatnya selalu tetap SayaPunya.net! Sehingga takkan ada fans atau teman Anda yang kecele.

Apa Facebook atau Twitter bisa diandalkan seperti itu? Saat ini masih bisa. Tapi tidak tahu lagi tiga-lima tahun ke depan.

Saya tidak bilang Anda harus menghentikan segala aktivitas Facebook. Saya sendiri juga punya Facebook yang terawat. Namun, jika Anda memang berniat melakukan personal branding, alangkah baiknya bila Anda juga berinvestasi (waktu-tenaga-uang) pada media yang lebih jelas arah dan stamina jangka panjangnya. [Brahmanto Anindito]

Tags: , | 151 views
  • klo semisal web(blog) sendiri apa juga bisa disebut blog ?
    atau lebih tepatnya HomePage ?
  • Maksudnya?
  • hanzdihandaru
    Iya memang benar, kalau dipikir memang social network seperti Facebook , Tweeter, maupun yang lain lama-lama akan membosankan (mengikuti jejak Friendster). Mungkin dengan tulisan Anda, saya tertarik dan akan mencoba membuat sebuah blog. Terima kasih..
  • brahmanto
    Yah, kecuali kalau terus berinovasi, social media pasti segera sampai ke ujung life-cyclenya. Inovasi tuh misalnya FB menyediakan blog gratisan atau meng-opensource-kan CMS-nya sekalian (kayak WordPress). Atau ia berani menjadi search engine baru (PR FB tuh sekarang 10 lho, mengalahkan Yahoo dan menyaingi Google sang pencipta PR sendiri).

    Atau inovasi2 sederhana seperti membuka kontennya supaya bisa diindeks search engines (kayak social media Google Buzz?), mengembangkan game2nya secara lbh serius, meng-customizable tampilannya, dll. Siapa bisa memprediksi.
  • brahmanto
    Trims, On. Tp bukannya di FB kita jg bisa berdialog? :o

    Kalau di FB, secara default, kita punya pembaca tetap. Nulis status (sejelek apapun), langsung masuk home-nya "teman-teman" kita, shg bisa mrk tanggapi dg mudah. Di blog, kita hrs membangun komunitas (pembaca setia) dulu, dan itu nggak bisa dg sekadar klik "add friend".

    Semua orang bisa survive facebooking, tp nggak semua orang bisa survive blogging. Ini kali ya yg bikin blog kalah populer dibanding Facebook. Tapi umur blog tentu lbh panjang.
  • Setuju! Mungkin kalau mau main ibarat2an, Facebook itu ibaratnya cuma menyapa, tapi Blog itu ajakan berdialog...Ini mungkin, lho...
blog comments powered by Disqus